Kota-Langsa portalaceh.com 19/11/2025 Pelaksanakan sebuah seminar online melalui platform Google Meet dengan tema “Peran Bimbingan Konseling (BK) Islami dalam Mengatasi Adiksi dan Perilaku Menyimpang Remaja.” Kegiatan ini dimulai pada Sabtu 15 November 2025 pukul 15.00 WIB.
Kegiatan diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa, praktisi BK, serta masyarakat umum yang tertarik pada isu perkembangan remaja.
Seminar ini menghadirkan Asni, S.Pd.I sebagai pemateri dan dipandu oleh moderator Suci Zainura.
Sejak awal kegiatan, peserta terlihat antusias mengikuti penyampaian materi yang ditampilkan melalui slide presentasi.
Pemateri memulai penjelasan dengan menguraikan konsep adiksi serta ciri-ciri perilaku menyimpang yang kini banyak muncul di kalangan remaja, seperti kecanduan game online, penggunaan media sosial berlebihan, pornografi, hingga perilaku seperti tawuran, balap liar, dan penyalahgunaan zat.
Pemateri "Asni, S.Pd.I." memaparkan bahwa berbagai perilaku tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh faktor psikologis dan lingkungan, tetapi juga oleh lemahnya kontrol diri dan menurunnya kedekatan spiritual.
Disinilah kemudian Bimbingan Konseling Islami menawarkan pendekatan yang lebih mendalam, tidak hanya menyentuh aspek perilaku, tetapi juga ranah hati dan spiritualitas remaja.
Dalam penjelasan materi, narasumber menegaskan pentingnya pendekatan Qur’ani dan pembiasaan ibadah sebagai landasan utama dalam proses pencegahan maupun penanganan adiksi.
Salah satu kutipan dari pemateri yang menjadi sorotan peserta yaitu:
“Dalam BK Islami, penanganan adiksi dimulai dari upaya tazkiyah an-nafs, yaitu membersihkan hati dan memperbaiki diri melalui nilai-nilai Qur’ani.
Konselor mengajak remaja untuk kembali pada kesadaran spiritual agar mampu mengendalikan dorongan perilaku merusak.
Kutipan tersebut memberikan gambaran bahwa BK Islami melihat permasalahan remaja secara utuh, baik dari sisi mental, perilaku, maupun kedalaman iman.
Pendekatan ini dinilai mampu membantu remaja memulihkan diri dari berbagai bentuk adiksi dan penyimpangan melalui peningkatan kesadaran diri, kontrol emosi, serta penguatan akhlak.
Seminar berjalan dengan lancar, interaktif, dan informatif.
Peserta memperoleh wawasan baru mengenai cara memahami dan menangani perilaku menyimpang dengan perspektif yang lebih komprehensif.
Diakhir kegiatan, pemateri menekankan pentingnya kolaborasi antara konselor, orang tua, dan lingkungan sekolah dalam membentuk karakter remaja yang religius, sehat, dan bebas dari perilaku merusak.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab serta penyampaian link absensi. Seminar ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi peserta untuk menerapkan prinsip-prinsip BK Islami dalam menangani berbagai tantangan perkembangan remaja di era digital.##
(Jesyl Nur Rahmadhani)



Komentar0